Penting Menjadi SDM Andal

Dalam dunia yang ‘katanya’ sedang dilanda krisis, menjadi SDM (sumber daya manusia) yang andal merupakan hal yang terpenting di antara hal-hal penting lainnya. Artinya, menjadi SDM yang knowledgeable, mumpuni dan sangat matang dalam emosinya sehingga bisa mengerti serta menyelami keadaan dewasa ini secara tenang dan berhasil lolos dari kerugian dan bisa mengatasi suasana ini dengan baik.

Sebut saja, dengan suatu contoh kasus yang sangat sederhana: Ditargetkan kerjalanan ke bandara Soekarno-Hatta ditempuh dalam 20 menit dari Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya Jembatan Layang Semanggi, Jakarta Pusat.

Apa yang kita lakukan apabila kita mempunyai target semacam itu ? Yang pasti, kita seyogianya mempunyai tool berupa kendaraan yang cepat mejelit dan nyaman serta aman dikendarai, sebut saja kendaraan sekelas Mercy, BMW, ataupun Jaquar, dan kendaraan-kendaraan yang masuk dalam kelas tersebut. Artinya, kita harus mempunyai tool atau teknologi canggih yang bisa mencapai target itu dengan baik dan cukup nyaman.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah ‘jalan mana yang akan kita tempuh?’ Atau proses seperti apakah yang akan kita jalani, tentunya dengan SOP (standard operating procedure) terbaik yang mana yang akan kita pilih.

Mestinya kita memilih jalan yang mulus, bebas hambatan dan bisa dilalui dengan kecepatan tinggi, sehingga jarak tempuh menjadi hal yang biasa, artinya bisa dicapai dengan baik, nyaman, dan aman pula.

Mempunyai kedua hal tersebut di atas tidaklah cukup. Sistem, tools, dan teknologi yang baik, yang memenuhi syarat dari sisi prosedural, value chain yang baik dan sudah memenuhi good governance ternyata belumlah cukup. Masih diperlukan hal lain dan ini telah diulas oleh berbagai ahli di berbagai buku, web, media bahkan sampai sekolah-sekolah bisnis canggih dewasa ini, yakni: 3 P (Product – Process – People)

Kali ini, pemerhati ingin mengajak para pembaca yang budiman menyoroti betapa pentingnya people atau dalam bahasa sehari-hari adalah SDM. Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam menyelami proses, membuat produk yang baik dan yang lebih penting lagi adalah bisa mengatasi segala permasalahan dengan cool.

Artinya, SDM yang andal ini sudah dibekali dengan IQ yang baik, plus EQ yang lebih dari cukup bahkan mempunyai SQ yang sangat luar biasa.

Dalam hal SDM ini, kita serahkan kepada ahlinya antara lain ‘pelatih-pelatih andal’, motivator-motivator kelas wahid, dan perusahaan-perusahaan penggerak tenaga kerja yang mapan’, antara lain seperti pada kupasan ini JobStreet.

Tip menjadi SDM andal
  • Start small, artinya, segeralah memulai segala sesuatu dengan kecil
  • Pay as you grow, artinya, berkembang tumbuhlah dengan baik dan lakukan investasi berimbang sesuai dengan pertumbuhan.
  • Move fast, artinya, bergerak cepat, karena dunia tidak bisa menunggu.
  • Act now, artinya, lakukan action sekarang.
  • Suatu perusahaan seperti JobStreet adalah perusahaan yang berurusan dengan sumber daya manusia, mulai dari masa perekrutan sampai dengan masa pensiun, artinya perusahaan ini menangani pemilihan SDM, pelatihan SDM, sampai dengan penempatan SDM sehingga didapatkan suatu sinergi yang sangat tepat yakni:

  • the right man
  • in the right place
  • in the right time
  • in the right packages
  • Apabila, kondisi tersebut di atas dicapai, itulah yang diidam-idamkan oleh berbagai pihak, baik oleh pihak perusahaan maupun oleh pihak karyawan itu sendiri.

    Apakah kondisi ideal itu selalu dicapai ? Tentu jawabannya ‘ya’ dan ‘tidak’. Namun, kalau boleh berkata sejujurnya, sedikit yang bisa mencapai kondisi terbaik tersebut di atas, dan hukum pareto tetap berjalan di sini, yakni 20 – 80.

    Maka, masih diperlukan Jobstreet-Jobstreet yang banyak untuk bisa meningkatkan sukses rate agar tercapai kondisi ideal seperti yang diharapkan oleh semua pihak-pihak terkait.

    Apakah merekrut SDM andal adalah mudah?Jawabannya tidak semudah yang dibayangkan, karena dalam kondisi dunia seperti hari ini, sangatlah diperlukan SDM-SDM terampil yang bisa mengatasi segala rintangan dan menyelesaikannya dengan ‘kepala yang dingin’ dan dengan ‘hati yang besar’.

    Apakah ‘pembaca yang budiman’ sudah masuk ke kelas ini? Sebagai pemerhati & praktisi bisnis, penulis sangat yakin, banyak dari pembaca yang budiman telah menyiapkan diri dan belajar dari kesalahan masa lalu dan semuanya itu telah lewat.

    Apalagi sebagai bangsa Indonesia, kita telah belajar dari krisis ekonomi 10 tahun yang lalu yang menimpa kita dengan sangat hebatnya. Dan, Alhamdulillah – Puji Tuhan – kita telah selamat dan berhasil mengatasi krisis tersebut. Maka sekarang kita sudah merasa ‘lebih kuat’ untuk mengatasi kondisi dunia saat ini dan pasti kita akan menjadi ‘pemenang’ bahkan ‘lebih dari pemenang’.

    Semoga tulisan singkat ini, sangat mengilhami para pembaca yang budiman untuk senantiasa menjadi kuat dan luar biasa serta selalu siap menghadapi keadaan apa pun. Ingat, Tuhan senantiasa memberikan ‘rancangan terbaik’ bagi kita umat-Nya.

    Goenawan Loekito
    Pemerhati bisnis dan teknologi informasi
    &
    Praktisi pemasaran & public relations
    Marketing Director PT Oracle Indonesia

    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s