Perbedaan Tabungan dengan Investasi

Perbedaan Tabungan dengan Investasi

PERBEDAAN TABUNGAN vs INVESTASI

Oleh Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP

Perencana Keuangan – www.suhaplanner.com

Tabungan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tabungan yang diselenggarakan oleh Bank Umum. Sesuai dengan aturan yang berlaku, pemengan rekening tabungan harus memiliki kartu identitas. Bertolak dari peraturan ini, dapat disimpulkan bahwa pemegang rekening tabungan adalah orang dewasa.

Bagi bank sebagai penyelenggara tabungan, produk tabungan adalah sumber modal dana murah. Karena setiap dana yang dihimpun dalam rekening tabungan hanya diberikan bunga tidak lebih dari 2% per tahun atau 0.17% per bulan. Sementara uang tersebut ketika disalurkan kepada debitur dalam bentuk kredit, tingkat bunga yang akan dikenakan pasti diatas 12% per tahun. Artinya dari hitungan kasar tersebut sudah kelihatan bagaimana profit yang diperoleh oleh bank dari bisnis simpan pinjam ini.

Untuk menggenjot kesetabilan jumlah dana pihak ketiga dalam rekening tabungan, pihak bank banyak melakukan program tabungan berhadiah dengan hadiah yang super pantastis, mulai dari gadget teranyar, Uang Tunai, Sepeda Motor dan bahkan Mobil Mewah sekelas Mercy dan BMW pun sering dijadikan sebagai hadiahnya. Dengan harapan mendapatkan hadiah undian, nasabah pemilik rekening tabungan berlomba-lomba menaikkan saldo tabungan untuk meningkatkan probabilitas memenangkan hadiah. Tetapi tetap saja namanya undian, bisa menang dan bisa gigit jari alias kalah, sementara itu bank tetap menikmati empuknya dana murah nasabah dari tabungan.

Dari sisi perencana keuangan, jumlah uang dalam tabungan hanya disarankan untuk menutupi biaya hidup dan biaya emergency, sisanya disarankan untuk di investasikan dalam instrument yang dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi. Dengan cara yang demikian, tingkat pertumbuhan asset akan semakin cepat dibandingkan seluruh uang yang dimiliki di simpan dalam rekening tabungan.

Sebagai contoh, Keluarga Tn. Abdul adalah keluarga dengan 2 orang anak dan memiliki biaya hidup dalam sebulan kira2 Rp.5,000,000. Dengan mengetahui jumlah biaya bulanan tersebut, berarti jumlah dana emergency keluarga ini adalah minimal Rp.30,000,000 atau 6 x kebutuhan bulanan.

Diibaratkan Tn. Abdul memiliki rekening tabung dengan saldo sebesar Rp.75,000,000, tabungan ini dibiarkan terus bertambah tanpa dipindahkan ke instrument investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, misalnya seperti Deposito. Tingkat suku bungan tabungan 2% per tahun dan tingkat suku bunga deposito 5% per tahun.

Dari contoh tersebut diatas, kita dapat menghitung opportunity loss Tn. Abdul karena tidak menyisihkan sebagian uang dalam rekening tabungan kepada Deposito. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat perbandingan berikut ini:

 

Alternatif Pertama

Tetap disimpan dalam tabungan

Penghasilan bunga tabungan à Rp.75 juta x 2%                               = Rp.1,500,000

 

Alternatif Kedua

Selisih Saldo dengan Dana Emergency disimpan dalam Deposito

Penghasilan bunga Tabungan à Rp.30 juta x 2 % = Rp.600,000

Penghasilan bunga Deposito à Rp.45 juta x 5% = Rp.2,250,000

Total Penghasilan bunga                                                                     = Rp.2,850,000

Opportunity Loss Tn. Abdul                                                              = Rp.1,350,000

 

Bisa Anda bayangkan, bilamana kejadian ini berlangsung dalam tempo 5 tahun berturut-turut, artinya total kerugian yang dialami oleh Tn. Abdul adalah lebih besar dari Rp.6,750,000.

 

Investasi.

Investasi adalah membeli asset dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga (capital gain) dan imbalan bunga lainnya. Karena yang diharapkan itu adalah capital gain yang timbul dari akibat adanya pergerakan harga, maka investasi menjadi sangat berisiko dibandingkan dengan produk tabungan.

Pergerakan harga mengindikasikan bahwa ada mekanisme pasar yang berproses, artinya kalau pasar membaca ada keterbatasan supply atas asset yang Anda pegang maka dengan sendirinya nilai jual asset Anda akan meningkat. Tetapi sebaliknya juga bisa terjadi, dimana ketika pasar melihat bahwa supply atas asset yang Anda miliki berlebih atau dengan kata lain lebih besar penawaran darapada permintaan, dengan sendirinya nilai asset Anda akan tergerus turun. Inilah yang disebut dengan risiko pasar (systematic risk), kita tidak bisa mendikte pasar oleh karena itu kita harus menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Selanjutnya, asset itu sendiri juga memiliki risiko yang sangat identik dengan dirinya atau dikenal dengan unsystematic risk. Sebagai contoh ketika Anda memiliki asset property, dimana pada awalnya tidak pernah terjadi banjir, tetapi karena kualitas tanggul yang ada di sekitar property Anda melemah, maka setiap terjadi hujan lebat, air sungai pasti akan masuk kedalam property Anda.

Dengan kondisi tersebut diatas, misalkan pada saat Anda membeli property tersebut harganya Rp.100 juta, apakah Anda yakin bahwa dengan kondisi yang sering banjir tersebut nilai asset Anda sekarang masih Rp.100 juta. Dalam kondisi normal hampir dapat dipastikan hal itu tidak akan terjadi, artinya investasi anda bukannya mendapatkan gain atau keuntungan tetapi malah mendapatkan kerugian.

Penjelasan dua contoh diatas mengajarkan kepada kita bahwa untuk berinvestasi hendaklah pelajari, ketahui risikonya dan kalau memang sudah mampu menanggung risiko yang akan terjadi dan menganggap imbal hasilnya juga akan tinggi, berarti investasi boleh dilanjutkan. Tetapi kalau tidak kuat menanggung risiko yang kemungkinan besar terjadi, sebaiknya rencana investasi dibatalkan atau dialihkan kepada instrument lain. Pertimbangan yang demikian tidak akan ditemukan dalam produk tabungan, karena imbal hasil sudah ditetapkan didepan dan pasti akan dibayar pada saat jatuh tempo.

Mengingat pada umumnya investasi itu membutuhkan dana yang relative lebih besar dibandingkan menabung di bank, sangat disarankan untuk mengumpulkan dana terlebih dahulu dalam rekening tabungan khusus untuk menghindari penggunaan diluar yang direncanakan. Selanjutnya setelah jumlahnya mencukupi jumlah minimum yang dipersyaratkan untuk instrument investasi yang diinginkan, baru dipindahkan kedalam instrument tersebut, ini hanya sebagai contoh, karena hal ini harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

 

Tabungan Vs Investasi.

Setelah mehamami secara singkat mengenai karakteristik dari Tabungan dan Investasi, dapat disarikan bahwa perbedaan dan persamaan kedua instrument tersebut adalah kurang lebih sebagai berikut.

Tabel : 1

Perbandingan Tabungan dengan Investasi

Kriteria

Tabungan

Investasi

Keterangan

Risiko Hampir Tidak Ada Ada Risiko investasi tidak terbatas
Imbal hasil (Return) Pasti Tetapi Kecil Sekali Tidak Pasti dan kemungkinan imbal hasilnya lebih besar dari tabungan Ada trade of antara risk and return
Penjamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Tidak Ada  
Regulator dan Pengawas Bank Indonesia & Otoritas Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan  
Minimum Setoran
  • Rp.10,000
  • Rp.100,000
Reksadana
Jangka Waktu Tidak dibatasi Dibatasi sesuai dengan Term & Condition  
Point of Service Tersebar, Kantor Cabang dan Cabang Pembantu Bank Terkonsentrasi ditempat tertentu  

 

Semoga article ini dapat mencerahkan Anda, apabila ada hal yang ingin di tanyakan dapat melayangkan email ke : suhaplanner@yahoo.com atau telp ke 08129767143 dengan Bapak Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP.

Untuk memastikan Anda mendapatkan article terbaru dari SUHA Planner – Financial Consulting, Anda bisa mendaftarkan alamat email Anda sebagai follower kami di menu yang tertera dalam website kami.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s