LAPORAN KEUANGAN:FUNGSI DAN PERANANNNYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS

LAPORAN KEUANGAN:

FUNGSI DAN PERANANNNYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS

Oleh Subur Harahap, SE, Ak, MM, CA, CMA, CFP, CRP, BKP

Managing Partner Kantor Konsultan Pajak & Kantor Jasa Akuntan

SUBUR HARAHAP & REKAN

www.suhaplanner.com

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha dalam rangka mewujudkan visi dan misinya adalah tersedianya data dan informasi yang akurat terkait dengan bisnis yang dijalankan atau sebuah perusahaan yang sedang diperbaiki. Kalau diibaratkan seperti orang yang sedang sakit, informasi tentang kondisi tubuh pasien perlu disampaikan kepada seorang dokter sebelum menyimpulkan jenis penyakit yang dialami oleh seorang pasien, semakin lengkap data dan informasi yang dimiliki oleh dokter tentang pasiennya, semakin tepat dokter dalam memberikan resep obat yang sesuai.

Data dan informasi bisnis dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu informasi keuangan untuk kepentingan pihak luar perusahaan yang disusun berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) atau yang dikenal juga dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan yang kedua adalah data dan informasi yang dibuat untuk kepentingan manajemen perusahaan dan ingat tidak perlu disusun sesuai dengan standar yang berlaku umum.

Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak luar perusahaan disusun berdasarkan PSAK dengan maksud supaya laporan keuangan yang dihasilkan tersebut dapat dikomparasikan dengan laporan keuangan perusahaan sejenis atau dengan industry-nya. Dengan tersedianya laporan keuangan yang dapat dikomparasi, pihak pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah melakukan analisa atau membandingkan satu dengan lainnya dalam waktu yang relatif singkat, misalnya seseorang pengusaha menginginkan perusahaan yang dapat memberikan profit margin ratio dan prospek bisnis yang relatif baik di masa yang akan datang. Disamping melakukan analisa singkat, pengguna laporan keuangan juga mampu melakukan analisa lebih mendalam dengan cara membandingkan akun per akun antar dua perusahaan yang sedang dianalisa. Dengan adanya analisa yang mendalam, tentu pengambil keputusan memiliki informasi yang lebih banyak, sehingga keputusan bisnis dan aplikasi strategi bisnis yang akan dijalankan dapat dilakukan dengan baik.

Laporan keuangan terdiri dari tiga komponen utama yaitu Neraca, Laporan Laba/(Rugi), Laporan Arus Kas, dan Catatan Laporan Keuangan. Neraca adalah gambaran sesaat dari kondisi keuangan sebuah entitas yaitu jumlah harta yang dirinci menjadi harta lancar, harta tetap atau sering dipanggil dengan istilah aktiva tetap yaitu aktiva yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih dari satu tahun periode akuntansi, sementara aktiva lancar adalah aktiva yang hanya mampu memberikan manfaat dalam satu periode akuntansi. Contoh aktiva lancar adalah kas, setara kas, piutang, persediaan barang dagang, persediaan bahan baku, persediaan barang setengah jadi, persediaan barang jadi, dan investasi keuangan. Adapun contoh aktiva tetap adalah tanah dan bangunan, peralatan pabrik, peralatan kantor, kendaraan, komputer, laptop, mesin pabrik dan lainnya.

Selanjutnya laporan keuangan adalah laporan laba rugi, yaitu laporan yang menyajikan total penjualan, harga pokok penjualan, beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan, penghasilan dari aktivitas non operasional dan beban lain non operasional dalam satu periode akuntansi, dalam satu periode akuntansi bermakna bahwa laporan laba rugi tersebut merupakan laporan yang menyajikan kinerja perusahaan dalam satu tahun. Laporan laba rugi disusun dengan menggunakan metode akrual basis, yaitu pendapatan dan beban dilaporkan sesuai dengan tanggal kejadiannya, bukan berdasarkan kapan kas atas transaksi tersebut diterima ataupun dikeluarkan oleh perusahaan.

Laporan arus kas adalah laporan dari satu periode akuntansi perihal mutasi kas dari aktivitas operasional, dari aktivitas investasi dan dari aktivitas pendanaan. Rincian arus kas dari aktivitas operasional dapat menjelaskan sumber dan pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan dalam rangka menjalankan aktivitas usahanya yaitu seperti penerimaan kas dari penjualan tunai, penerimaan piutang, penerimaan lainnya. Sementara dalam bagian pengeluaran akan terdiri dari aktivitas pembayaran gaji karyawan, pembayaran supplier, pembayaran bahan baku, pembayaran pajak, dan lainnya. Apabila rinician arus kas operasional menunjukkan angka yang surplus, artinya operasional perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup dan berlebih untuk mendukung operasional perusahaan. Akan menjadi lain ceritanya apabila aktivitas operasional tidak mampu menghasilkan kas yang cukup untuk mendukung operasional perusahaan, sehingga harus dibutuhkan uluran tangan dari aktivitas kas lainnya yaitu aktivitas investasi dengan cara menjual aktiva tetap yang dimiliki dan dari aktivitas kas pendanaan dengan cara mencari investor yang mau menanamkan uangnya dalam perusahaan dan melakukan pinjaman kepada kreditor seperti bank dan lembaga pembiayaan lannya. Oh ya hampir lupa, laporan arus kas sejatinya persis akan sama dengan laporan laba rugi bilamana metode penjualan dan pembayaran beban dilakukan secara tunai seluruhnya.

Akitivitas kas dari investasi adalah mencatat seluruh penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan dalam rangka mengakuisisi dan menjual aktiva tetap seperti mesin, tanah & bangunan, peralatan kantor, kendaraan, dan aktivita tetap lainnya. Pada tahap awal perusahaan berdiri, pada umumnya aktivitas investasi yang banyak terjadi adalah aktivitas pengeluaran uang untuk pengadaaan aktivita tetap dan setelah kebutuhan aktivita tetap sudah tercukupi, aktivitas pengadaan aktivita tetap akan berkurang dan selanjutnya akan mulai lagi setelah aktiva yang sudah diperoleh sebelumnya mencapai umur ekonomi atau datangnya mesin-mesin baru yang lebih efisien, dengan demikian akan terdapat aktivitas penerimaan kas yaitu berupa penjualan aktiva tetap lama dan aktivitas pengeluaran untuk mengadakan aktiva tetap baru. Siklus ini akan terjadi selama perusahaan tersebut masih eksis dalam dunia bisnisnya.

Laporan arus kas aktivitas pendanaan adalah laporan yang memberikan rincian aktivitas kas yang terkait dengan perolehan modal kerja yang biasanya berasal dari penjualan saham dan penjualan surat utang. Adapun aktivitas pengeluaran kas dalam bagian ini terjadi dalam hal perusahaan melakukan pembayaran pokok pinjaman dan bunga pinjaman, pembayaran dividen dan pembelian saham beredar. Aktivitas yang mendorong terjadinya aktivitas pendanaan yaitu penerbitan surat utang dan penjualan saham adalah akibat adanya kebutuhan modal dalam rangka perluasan usaha perusahaan, atau pengembangan bisnis ke dalam sektor yang saling terkait sehingga peluang untuk melakukan konglomerasi dapat dilakukan. Pada dasarnya aktivitas pengadaan modal melalui aktivitas pembiayaan ini sepanjang digunakan untuk pengembangan dan perluasan usaha dampaknya positif, namun apabila pengadaan modal ini dilakukan untuk menutupi arus kas yang negatif dalam aktivitas operasional perusahaan dampaknya kurang baik, karena tidak dapat mengangkat nilai perusahaan tetapi justru menurunkan rasio leverage perusahaan yang mana rasio ini adalah rasio yang sangat dihindari oleh pihak pemilik dana seperti bank dan lembaga pembiayaan.

Adapun catatan laporan keuangan adalah catatan sistematis yang dituangkan oleh manajemen perusahaan untuk dapat membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami dan membandingkan angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan. Misalnya catatan laporan keuangan menjelaskan metode penyusutan yang diaplikasikan dalam penyusunan laporan keuangan, sehingga pembaca dapat melakukan koreksi apabila menginginkan laporan keuangan disajikan dengan menggunakan metode sesuai selera dan langsung dapat melihat dampaknya.

Setelah kita memahami apa yang dimaksud dengan laporan keuangan yang digunakan oleh pihak eksternal perusahaan, sekarang saat ini menjelaskan sedikit perihal laporan keuangan yang dibuat untuk kepentingan internal perusahaah.

Pada dasarnya setiap entitas punya karakter yang berbeda dengan perusahaan pesaingnya, hal inilah yang dikenal dengan pertimbangan mikro yaitu segala sesuatu permasalahan yang dihadapi perusahaan, misalnya seperti bobroknya pengelolaan inventory akibat ketiadaan orang yang tepat dalam menduduki posisi ini, tingginya biaya produksi akibat banyaknya biaya overhead yang harus dibebankan, tingginya biaya produksi akibat bahan baku yang tidak berkualitas, kesalahan dalam memilih metode pengakuan beban dan penilai inventory, kurang tersedianya laporan biaya produksi akibat tidak tersedianya sistem informasi yang riel time, dan lain sebagainya.

Laporan keuangan untuk kebutuhan internal biasa dipanggil dengan akuntansi manajemen, yaitu sub bidang akuntansi yang disusun bukan berdasarkan prinsip akutansi yang berlaku umum tetapi berdasarkan keinginan manajemen perusahaan, oleh karena itu bentuk dan jenis laporan yang merupakan output dari akuntansi manajemen tidak seragam antar perusahaan dan biasanya selalu merujuk kepada bagaimana efisien dan efektivitas kebijakan manajemen dalam operasional.

Laporan keuangan pada dasarnya hanya mampu menjelaskan hal-hal sangat terbatas, namun demikian dalam laporan keuangan terdapat banyak informasi yang dapat digali oleh pengguna. Proses penggalian informasi dari laporan keuangan disebut dengan analisa laporan keuangan. Analisa laporan keuangan pada dasarnya adalah proses membandingkan dan menghubungkan satu akun dengan akun yang berhubungan dan sekaligus melihat perubahan apabila suatu parameter dirubah, dan lain sebagainya.

Analisa laporan keuangan pihak eksternal dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu sebagai berikut:

  1. Analisa laporan keuangan common size analysis.

Common size analysis sering juga disebut dengan analisa vertikal, yaitu analisa yang dilakukan dengan cara mengkonversi laporan keuangan yang disajikan dalam angka absolut dirubah menjadi angkah relatif atau persentase. Dengan tersedianya angka-angka yang relatif, lebih mudah membandingkan sebuah perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Misalnya, PT. ABC memiliki total aset sebesar Rp.1,5 Trilliun, memiliki omset tahunan sebesar Rp.1 Trilliun, dan memiliki profit margin ratio sebesar 10%,. Selanjutnya PT. XYZ memiliki total aset sebesar Rp.500 Juta, memiliki omset tahunan Rp.600 juta, dan profit margin rasio sebesar 25%.

Berdasarkan informasi dua perusahaan seperti disebutkan sebelumnya, dengan menggunakan pendekatan common size analysis bagi pebisnis yang mengingkan pertumbuhan bisnis yang baik, maka pilihannya jatuh kepada PT. XYZ yang mampu memberikan potensi pertumbuhan sebesar 25% dibandingkan dengan PT. ABC yang hanya mampu memberikan profit margin rasio sebesar 10%, padalah jumlah aset yang digunakan untuk menghasilan profit jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang dimiliki oleh PT. XYZ.

Mudah bukan? Melakukan analisa dengan pendekatan common size, tentu anda bisa melakukan analisa common size lebih mendalam dengan menggunakan indikator rasio yang lain sehingga anda memiliki keberanian dalam mengambil keputusan bisnis!.

  • Analisa laba versus arus kas

Akuntansi menyediakan dua jenis laporan yang dapat dijadikan sebagai indikator kinerja perusahaan dalam suatu periode tertentu yaitu laporan laba rugi dan laporan arus kas. Laporan laba rugi disusun menggunakan pendekatan akrual basis, dimana suatu transaksi dicatat dalam laporan keuangan berdasarkan tanggal transaksinya, bukan melihat kapan kas diterima dalam sebuah transaksi. Oleh karena metode pengakuan pendapatan dan beban dikaitkan dengan tanggal transaksi, maka belum tentu pendapatan, beban dan laba perusahaan yang disajikan dalam laporan laba rugi belum tentu setara dengan kas yang dimiliki oleh perusahaan.

Ambil contoh misalnya PT. XYZ yang melakukan penjualan dalam bentuk kredit kepada para pelanggannya, dan kebetulan juga manajemen pengelolaan piutang perusahaan PT. XYZ tidak proper, sehingga banyak piutang yang tidak dapat ditagihkan alias piutang macet. Setelah ditelusuri lebih mendalam, penyebab terjadinya penjualan kredit yang begitu mudah adalah didorong oleh keinginan untuk mendapatkan bonus sekian persen dari laba yang diperjanjikan apabila laba perusahaan melebihi target yang ditentukan oleh pemegang saham.

Keputusan manajemen PT. XYZ yang terlalu mengedepankan omset penjualan melalui penjualan kredit tidak sepenuhnya bijak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa laba tidak semata-mata tujuan utama sebuah perusahaan, tetapi kesehatan perusahaan yang digambarkan dari rasio likuiditas menjadi juga merupakan hal yang jauh lebih penting dari laba itu sendiri seperti kata pepatah ilmu keuangan, “cash is the king not profit”.

  • Biaya relevan vs biaya tidak relevance

Relavan dan tidak relevan suatu data dan informasi untuk dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan sangat tergantung kepad dampak dari biaya tersebut terhadap keputusan yang akan dibuat oleh manajemen perusahaan. Dalam pembahasan biaya relevan kita mengenal yang disebut dengan biaya tenggelam yaitu biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan dan tidak dapat diserap lagi untuk kepentingan lain misalnya karena perbedaan teknologi. Misalkan anda membeli teknologi “A” dalam mengolah bahan baku menjadi barang jadi, tetapi seiring dengan perkembangan jaman teknologi “A” tersebut sudah tidak dipakai lagi dan sokongan suku cadang atas teknologi tersebut juga sudah dihentikan oleh produsennya, padahal perusahaan sudah terlanjur menanamkan uang dalam jumlah yang sangat signifikan dalam pengadaan teknologi “A”. Pertimbangannya sekarang adalah apakah perusahaan masih mau melanjutnkan aktivitas usahanya, kalau diputuskan untuk melanjutkan, berarti harus membeli mesin produksi berbasis teknologi baru yang disebut dengan mesin “B”.

Setelah menggunakan teknologi mesin “B” sejatinya biaya kehilangan teknologi “A” tidak dapat dibebankan kepada harga jual produk yang dihasilkan oleh mesin “B” karena hal itu adalah hal yang berbeda, kalaupun dipaksakan maka harga jual produk perusahaan akan kalah bersaing dengan produk pesaing dalam harga. Oleh karena itu dalam kasus ini biaya pengadaan teknologi mesin “A” yang usang akibat ketinggalan teknologi harus dianggap sebagai biaya extraordinary dan tidak boleh diperlakukan sebagai beban operasional.

Contoh lain yang lebih riel adalah ibaratkan Tn. Reiko berdomisili di Klaten dan bekerja di Yogyakarta. Setiap hari Reiko harus menyetir mobil sendiri untuk mencapai tempat kerja.  Biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan menggunakan mobil sebesar Rp.500,000 per bulan. Reiko memiliki tiga teman di Klaten dan juga bekerja di Yogyakarta. Ketiga temannya menawarkan untuk ikut bersama Reiko setiap hari dengan membayar masing2 Rp.150,000. Apabila Reiko menerima tawaran tersebut, dia membutuhkan tambahan biaya sebesar Rp.250,000 per bulan.

Pengeluaran Rp.500,000 adalah termasuk dalam kategori sunk cost. Biaya relevan Reiko atas keputusan menerima atau menolah adalah Rp.250,000, (karena biaya ini adalah biaya incremental. Pendapatan relevan adalah Rp.450,000 (3 x Rp.150,000) dikurangi dengan Rp.250,000. Keputusannya adalah menerima tawaran temannya, karena Reiko akan menerima Rp.200,00 yaitu selisih antara Rp.450,000 dengan Rp.250,000,-

Memiliki pemahaman terhadap laporan keuangan adalah bekal yang sangat penting untuk dapat melakukan analisa laporan keuangan. Karena dengan adanya pemahaman yang baik, seorang analis akan dapat melihat dampak daripada perubahan sebuah akun terhadap akun lainnya, sehingga praktik mensimulasikan perubahan ini akan dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan lebih berkualitas karena tersedianya alat bantu yang dapat memvisualisasikan kejadian di masa yang akan datang, sehingga manajemen memiliki kepercayaan pada saat memutuskan untuk memilih pilihan yang sulit dalam kondisi yang serba mepet.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi dan peranan laporan keuangan dalam proses pengambilan keputusan bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai landasan utama dalam membuat analisa laporan keuangan.
  2. Memberikan informasi tentang kondisi harta, utang dan ekuitas sebuah perusahaan.
  3. Memberikan informasi tentang nilai buku sebuah perusahaan.
  4. Memberikan informasi tentang prosepek perusahaan di masa yang akan datang.
  5. Memberikan informasi khusus yang hanya dapat digali oleh seorang analis laporan keuangan, sehingga informasi laporan keuangan menjadi lebih banyak.
  6. Menyediakan visiualisasi kondisi di masa yang akan datang dengan menggunakan pemodelan keuangan.

Demikian semoga mencerahkan pembaca, untuk kepentingan konsultansi harap menghubungi kami di email: konsultan@suhaplanner.com atau WA. 087881791990.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s