Studi Kelayakan Bisnis

Article mengenai studi kelayakan bisnis dan tips mendapatkan modal dari lembaga keuangan

Apakah Usulan Investasi Anda Layak Untuk Dilaksanakan

Apakah Usulan Investasi Anda Layak Untuk Dilaksanakan

 

Oleh Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP®

Perencana Keuangan SUHA Planner – Financial Consulting

Web : www.suhaplanner.com or email : suhaplanner@yahoo.com

Dalam ilmu manajemen keuangan kita mempelajari beberapa cara analisis yang dapat memberikan gambaran kepada investor, apakah suatu usulan investasi yang ditawarkan layak untuk dilaksanakan atau tidak. Alat analisis ini menggunakan pendekatan Net Present Value (nilai bersih saat ini).

Logika dasar yang digunakan dalam analisis Net Present Value adalah membandingkan jumlah uang yang anda keluarga saat ini untuk investasi (IO) dengan jumlah nilai saat ini dari perkiraan arus kas masuk dari investasi yang akan anda lakukan (CIF), atau dapat di rumuskan sebagai berikut :

  1. Jikalau (IO > CIF), maka usulan investasi / proyek tersebut  tidak layak untuk di laksanakan, karena akan memberikan kerugian kepada anda. Atau dapat dianalogikan anda membeli barang lebih mahal daripada harganya.
  2. Namun jikalau (IO < CIF), maka usulan investasi / proyek tersebut layak untuk dilaksanakan, karena akan memberikan keuntungan kepada anda.
  3. Tetapi apabila (IO = CIF), maka usulan investasi / proyek tidak akan memberikan keuntungan dan kerugian buat anda. Oleh karena itu keputusannya tergantung kepentingan anda, misalnya untuk alasan program pemasaran dsb.

Dalam membuat perhitungan Net Present Value, anda harus terlebih dahulu menetapkan tingkat faktor diskon (i) atau boleh disamakan dengan tingkat inflasi sepanjang periode investasi. Apabila anda kurang paham dalam menetapkan tingkat inflasi ini, anda bisa mencarinya di website Biro Pusat Statistik ataupun di website Bank Indonesia atau sumber informasi lain yang dianggap credible.

Untuk lebih jelasnya berikut ini kita coba lakukan perhitungan sesuai dengan kasus seperti berikut ini :

Misalkan pada awal tahun 2013, PT. Sejahtera Makmur berencana untuk mendirikan sebuah usaha biro perjalanan wisata dengan modal usaha sebesar Rp.10 Miliar (IO). Manajemen PT. Sejahtera Makmur mengharapkan usaha ini sudah harus balik modal pada tahun ke 10. Tingkat inflasi diperkirakaan setiap tahunnya sekitar 7.00%.

Dengan tingkat inflasi sebesar 7.00%, maka faktor bunga nilai sekarang untuk period 10 tahun adalah sebagai berikut :

Tahun Faktor Bunga Nilai Sekarang (7%)
2013

   1.0000000

2014

   0.9345794

2015

   0.8734387

2016

   0.8162979

2017

   0.7628952

2018

   0.7129862

2019

   0.6663422

2020

   0.6227497

2021

   0.5820091

2022

   0.5439337

TOTAL

   7.5152322

Data dihitung dengan menggunakan rumus (1/{(1+i)^n-1}

Selanjutnya untuk mencari berapa laba bersih minimum per tahun yang harus diperoleh agar supaya perusahaan berada dalam posisi balik modal pada tahun ke 10 adalah sebagai berikut :

Nilai Investasi                                        = Rp.10,000,000,000

Faktor Bunga Nilai Sekarang            =   7.5152322

Laba Bersih Pertahun adalah            = Rp. 10 M / 7.5152322

= Rp.1,330,630,866,-

Informasi tersebut diatas, dapat memberikan gambaran kepada anda, mengenai apakah usaha yang akan dilaksanakan dapat memberikan kontribusi laba bersih pertahun sebesar Rp.1,3 M, kalau tidak berarti usaha yang anda ingin lakukan tidak layak dilaksanakan, karena IO > CIF.

Mudah bukan ? untuk itu apabila anda memiliki pertanyaan terkait dengan article ini dapat menghubungi kami di suhaplanner@yahoo.com atau 08129767143.

Selamat berinvestasi!

Semoga article ini dapat mencerahkan Anda, apabila ada hal yang ingin di tanyakan dapat melayangkan email ke : suhaplanner@yahoo.com atau telp ke 08129767143 dengan Bapak Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP.

Untuk memastikan Anda mendapatkan article terbaru dari SUHA Planner – Financial Consulting, Anda bisa mendaftarkan alamat email Anda sebagai follower kami di menu yang tertera dalam website kami.

Bagaimana Cara Menghitung BreakEven Point (BEP) Usaha Anda

Bagaimana Cara Menghitung Breakeven Point Usaha Anda

Bagaimana Cara Menghitung Breakeven Point (BEP) Usaha Anda ?

Oleh

Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP®

Perencana Keuangan di  www.suhaplanner.com

Ketika anda ingin memulai sebuah usaha, ada tiga hal pokok yang harus anda pertimbangan atau perhitungkan yaitu : Produk, Modal dan Pasar.  Dalam pembahasan kali ini karena judulnya bagaimana cara menghitung BEP, maka pembahasan hanya difokuskan pada modal. Adapun untuk 2 pokok lainnya akan dibahas dalam kesempatan yang lain.

Dengan memiliki modal anda akan dapat membeli peralatan untuk berproduksi, membeli bahan baku, membayar gaji pekerja dan membuat program marketing seperti halnya pemasangan iklan di media massa baik cetak maupun elektronik.

Modal atau untuk lebih membumi, marilah kita sebut modal menjadi uang. Sumber uang bagi anda seorang pengusaha tentunya beragam untuk setiap orang seperti dari simpanan/tabungan, warisan keluarga, pinjaman dari kerabat/sahabat dan pinjaman dari lembaga keuangan. Pada umumnya sumber uang dari selain lembaga keuangan tidak terlalu ribet dengan urusan administrasi dan studi kelayakan usaha, karena anda memiliki hubungan kekerabatan dan emosional yang cukup dekat dengan sumbernya, sehingga mereka akan sangat mempercayai anda.

Sebaliknya pinjaman yang diperoleh dari lembaga keuangan baik itu bank dan non bank, ketika anda mengajukan kredit, anda diwajibkan untuk memaparkan studi kelayakan usaha yang intinya harus dapat menyakinkan pihak kreditor, bahwa usaha anda pantas untuk dibiayai dan memiliki prospek yang positif. Salah satu indicator yang umum digunakan oleh kreditor adalah tingkat Breakeven Point (BEP).

Selanjutnya untuk menyamakan persepsi, mari kita bahas apa sebenarnya disebut dengan BEP. Dalam bahasa umum, BEP dapat disebut juga sebagai Titik Pulang Pokok. Titik Pulang pokok memiliki makna saat/kapan modal yang digunakan akan kembali. Dalam menghitung “saat atau kapan” ini, ada dua metode penghitungan yang dapat kita pilih yaitu saat jumlah produksi mencapai berapa unit dalam hal ini disingkat dengan (Q) ? Atau saat total penjualan mencapai berapa harga berapa rupiah atau disingkat dengan (P)?

Adapun rumus/formula dari dua metode tersebut diatas adalah sebagai berikut :

1.            BEP-Unit              = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)

2.            BEP-Rupiah         = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)

Penjelasan Rumus :

a)                  BEP Unit / Rupiah =  Titik pulang pokok

b)                  Biaya Tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi seperti biaya gaji karyawan, biaya penyusutan peratalan usaha, biaya asuransi. Dll.

c)                   Biaya Variable adalah biaya yang jumlahnya akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah produksi. Misalnya bahan baku, bahan bakar, biaya listrik dll

d)                  Harga per unit adalah harga jual barang atau jasa yang dihasilkan.

e)                  Biaya Variable per unit adalah total biaya variable dibagi dengan jumlah unit yang di produksi atau dengan kata lain biaya rata-rata per unit.

f)                   Margin Kontribusi per unit adalah selisih harga jual per unit dengan biaya variable per unit.

Untuk lebih jelasnya marilah kita aplikasikan rumus tersebut dalam contoh kasus dibawah ini :

Sebuah perusahaan yang diberi nama “Usaha Maju” memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini :

1)                  Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp.140juta yaitu terdiri dari :

Biaya Gaji Pegawai + Pemilik                                       = Rp.75,000,000

Biaya Penyusutan Mobil Kijang                                  = Rp.  1,500,000

Biaya Asuransi Kesehatan                                            = Rp.15,000,000

Biaya Sewa Gedung Kantor                                         = Rp.18,500,000

Biaya Sewa Pabrik                                                            = Rp.30,000,000

2)                  Biaya Variable per Unit Rp. 75,000.00 yaitu terdiri dari :

Biaya Bahan Baku                                                             = Rp.35,000

Biaya Tenaga Kerja Langsung                                      = Rp.25,000

Biaya Lain                                                                            = Rp.15,000

3)                  Harga Jual per Unit Rp.95,000.

Sekarang mari kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah :

BEP unit adalah

= Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)

= Rp.140juta / (Rp.95,000 – Rp.75,000)

= Rp.140juta / Rp.20,000

= 7,000 unit

BEP Rupiah adalah

= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit)

= Rp.140 juta / (Rp.20,000 : Rp. 95,000)

= Rp.140juta  / 0.2105

= Rp.665,083,135

 

Penjelasan perhitungan BEP :

Untuk dapat beroperasi dalam kondisi BEP yaitu laba nol, perusahaan Usaha Maju Terus harus dapat menghasilkan produk sebanyak 7,000 unit dengan harga Rp.95,000 unit, maka jumlah penjualannya akan menjadi Rp.665,083,135.

Aplikasi BEP untuk penghitungan target laba.

Dengan mengetahui kapan perusahaan melewati tingkat BEP, maka anda sebagai manager atau pemilik Usaha Maju Terus akan dapat menghitung berapa minimal penjualan untuk mendapatkan laba yang anda targetkan, yaitu dengan cara menambahkan laba yang ditargetkan tersebut dengan biaya tetap yang anda miliki.

Misalkan target laba anda sebulan adalah Rp.75 juta, maka minimal penjualan yang anda harus capai adalah sebagai berikut :

BEP – Laba = (Biaya Tetap + Target Laba) / (Harga per unit – Biaya Variable per unit)

BEP – Laba = (Rp.140juta + Rp.75juta) / (Rp.95,000 – Rp.75,000)

BEP – Laba = Rp.215juta / Rp.20,000

BEP – Laba = 10,750 unit atau

BEP – Laba = Rp.1,021,250,000 (10,750 unit x Rp.95,000)

Mari kita buktikan perhitungan tersebut diatas, apakah benar dengan menjual sebanyak 10,750 unit Usaha Maju Terus akan mendapatkan laba sebesar Rp.75,000,000.

A Penjualan (10,750 unit x Rp.95,000)

Rp.1,021,250,000

B Dikurangi :
1. Biaya Tetap

Rp.140,000,000

2. Biaya Variable (10,750 x Rp.75,000)

Rp.806,250,000

     Total Biaya

Rp.   946,250,000

C Laba / (Rugi)

Rp.     75,000,000

Demikian, semoga penjelasan ini dapat memberikan pencerahan kepada anda. Apabila anda ingin berkonsultasi mengenai kondisi keuangan keluarga dan bisnis Anda, silakan kirim email kepada kami melalui : suhaplanner@yahoo.com mobile phone : 08129767143.

Untuk memastikan Anda mendapatkan article terbaru dari SUHA Planner – Financial Consulting, Anda bisa mendaftarkan alamat email Anda sebagai follower kami di menu yang tertera dalam website kami www.suhaplanner.com.